Fokusmadura.com – Kegiatan reses yang digelar anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi NasDem, Ahmad Juhairi, di Daerah Pemilihan (Dapil) VII berlangsung penuh sorotan. Di hadapan puluhan warga yang memadati lokasi, ia melontarkan kritik keras terhadap praktik yang ia sebut sebagai “kedermawanan semu”.
Reses yang berlangsung pada 9–14 Maret 2026 itu dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga dari wilayah Masalembu, Raas, Gayam, dan Nonggunong. Dalam forum tersebut, Ahmad Juhairi menegaskan bahwa fenomena bagi-bagi uang dan sembako kerap dijadikan alat untuk menutupi kegagalan dalam memenuhi hak-hak dasar rakyat.
“Ketika tidak mampu menghadang arus kebenaran publik, yang ditampilkan justru aksi bagi-bagi. Seolah-olah itu kepedulian, padahal itu hanya penutup,” tegasnya di hadapan peserta reses.
Ia menilai, praktik tersebut tidak hanya menyesatkan persepsi publik, tetapi juga berpotensi mengaburkan persoalan utama yang selama ini belum terselesaikan.
Dalam pemaparannya, ia menyoroti berbagai sektor krusial yang dinilai masih jauh dari kata optimal. Mulai dari infrastruktur jalan yang belum merata, layanan pendidikan dan kesehatan yang belum memadai, hingga akses listrik yang belum sepenuhnya menjangkau seluruh masyarakat.
Selain itu, ia juga menyinggung lemahnya transparansi anggaran, minimnya infrastruktur pengolahan hasil pertanian dan perikanan, serta belum kuatnya sistem perlindungan sosial yang berkelanjutan.
“Lingkungan terus terancam, nelayan belum mendapatkan perlindungan maksimal, dan pengamanan laut masih lemah. Ini persoalan lama yang tidak boleh terus dibiarkan,” ujarnya.
Di tengah forum yang berlangsung khidmat, ia menegaskan bahwa bantuan sesaat bukanlah solusi atas persoalan struktural. Menurutnya, rakyat tidak membutuhkan belas kasihan, melainkan keadilan dan pemenuhan hak secara menyeluruh.
“Rakyat adalah tuan, pemerintah adalah pelayan. Maka yang harus diutamakan adalah bagaimana hak-hak rakyat benar-benar dipenuhi, bukan sekadar memberi bantuan sesaat,” tandasnya.
Pernyataan tersebut disambut serius oleh warga yang hadir, yang berharap agar aspirasi yang disampaikan dalam reses tidak berhenti sebagai catatan, melainkan benar-benar diperjuangkan dalam kebijakan nyata di tingkat legislatif.
